▴Grand Final Bagus Roro 2026▴
- Dinporapar Terima Kunjungan Balai 4 Perhubungan Jateng Bahas Pemanfaatan Venue Event Terminal Tipe B Kutoarjo
- Tim Dinporapar Laksanakan Verifikasi Lapangan dan Intervensi Desa Kemiskinan Ekstrem
- Dinporapar Hadiri Rakor Pokja Pengarusutamaan Gender Tahun 2026
- Dinporapar Hadiri Reviu IEPK Tahun 2026 di Aula Inspektorat Daerah
- Penandatanganan NPHD Hibah Tahun 2026
- Semarak Purworejo Spektakuler Weeks: Amphiteater Alun-Alun Dimeriahkan Penampilan Band Evolution
- Hadiri Pentas Teater , Dinporapar Sampaikan Apresiasi
- Doldeswita Dorong Pengembangan Potensi Wisata Religi dan Alam Desa Bagelen
- Kontingen Purworejo; Juara Umum Pra Popda Jawa Tengah Zona IV
- Dinporapar Hadiri Dialog Gubernur dengan Pelaku Ekonomi Kreatif Jawa Tengah
Tingkatkan Engagement Publik, Dinporapar Matangkan Strategi Konten Digital

Purworejo 11 April 2026— Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purworejo menggelar rapat bersama tim content creator pada Jumat, 10 April 2026 di Ruang Riptaloka Dinporapar. Kegiatan ini dipimpin oleh Neira Anjar Pujisusilo, S.Kom., M.Eng. selaku Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, Sumber Daya Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif, serta diikuti oleh seluruh tim content creator.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh tim dapat lebih terarah dalam proses pembuatan konten serta mampu meningkatkan kualitas dan konsistensi publikasi Dinporapar ke depannya.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas sejumlah hal penting terkait pengelolaan konten Dinporapar. Salah satu fokus utama adalah pentingnya konsistensi dalam pembuatan konten agar informasi dapat tersampaikan secara berkelanjutan dan mampu menjaga keterlibatan audiens. Selain itu, konten diarahkan berbentuk laporan kegiatan yang dikemas secara menarik, salah satunya melalui pemanfaatan story WhatsApp.
Tim juga menyoroti perlunya penyusunan perencanaan konten bulanan atau calendar timeline content agar proses produksi dan publikasi konten lebih terarah dan tidak bersifat mendadak.
Dalam diskusi, beberapa kendala turut disampaikan. Perwakilan UPT, Alvian Budi Wicaksono, mengungkapkan keterbatasan resolusi kamera ponsel yang digunakan dalam produksi konten. Selain itu, terdapat pula aturan di kawasan alun-alun yang perlu diperhatikan, khususnya terkait konten yang berpotensi melanggar norma. Sementara itu, Resty Ardiani Rizky Utama menambahkan bahwa secara umum masih terdapat kendala berupa belum adanya database konten yang terpusat serta keterbatasan akses terhadap aplikasi editing berbayar.
Sebagai tindak lanjut, beberapa solusi disepakati, di antaranya penggunaan resolusi minimal 720 pixel agar kualitas visual tetap memadai, serta penguatan konten berbasis edukasi untuk menghindari pelanggaran aturan. Tim juga kembali mengusulkan pemanfaatan drive kantor sebagai pusat penyimpanan konten bersama, meskipun implementasinya belum sepenuhnya berjalan. Selain itu, penggunaan Google Calendar untuk penjadwalan konten dan optimalisasi aplikasi editing gratis menjadi langkah alternatif yang akan diterapkan.



