▴Grand Final Bagus Roro 2026▴
- Dinporapar Terima Kunjungan Balai 4 Perhubungan Jateng Bahas Pemanfaatan Venue Event Terminal Tipe B Kutoarjo
- Tim Dinporapar Laksanakan Verifikasi Lapangan dan Intervensi Desa Kemiskinan Ekstrem
- Dinporapar Hadiri Rakor Pokja Pengarusutamaan Gender Tahun 2026
- Dinporapar Hadiri Reviu IEPK Tahun 2026 di Aula Inspektorat Daerah
- Penandatanganan NPHD Hibah Tahun 2026
- Semarak Purworejo Spektakuler Weeks: Amphiteater Alun-Alun Dimeriahkan Penampilan Band Evolution
- Hadiri Pentas Teater , Dinporapar Sampaikan Apresiasi
- Doldeswita Dorong Pengembangan Potensi Wisata Religi dan Alam Desa Bagelen
- Kontingen Purworejo; Juara Umum Pra Popda Jawa Tengah Zona IV
- Dinporapar Hadiri Dialog Gubernur dengan Pelaku Ekonomi Kreatif Jawa Tengah
Forum Penguatan Peran Pemerintah Desa dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam Pengembangan Desa Wisata

Kegiatan Forum Penguatan Peran
Pemerintah Desa dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam Pengembangan Desa
Wisata pada 4 November 2025, berlangsung produktif dengan diskusi mengenai
kolaborasi antar unsur desa, strategi pengelolaan destinasi, hingga tantangan
dalam pengembangan pariwisata.
Acara yang difasilitasi oleh
Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Purworejo ini dihadiri
oleh perwakilan pemerintah desa, pengurus Pokdarwis, serta sejumlah pemangku
kepentingan pariwisata dari berbagai kecamatan. Forum ini menjadi wadah untuk
berbagi pengalaman dan solusi dalam upaya meningkatkan pariwisata berkelanjutan
di tingkat lokal.
Pada sesi pertama, Bapak Angga
selaku Plt. Kepala Dinporapar menekankan pentingnya sinergitas antar komponen
di desa dalam pengembangan desa wisata. Menurutnya, pemerintah desa berperan
sebagai penggerak sekaligus jembatan antara masyarakat dan kebijakan pemerintah
daerah. “Desa wisata menjadi salah satu prioritas pembangunan. Pengelolaan yang
baik harus memperhatikan tiga pilar utama pariwisata, yaitu Amenities,
Accessibility, dan Attractions. Manajemen promosi dan destinasi hanya akan
berjalan efektif bila terkoordinasi sesuai struktur yang ada,” ujarnya.
Sementara itu, Bapak Akhmad perwakilan DPRD, mendorong agar desa-desa segera membentuk Pokdarwis
jika belum memiliki. “Pokdarwis dan pemerintah desa harus bersinergi agar
wisata bisa berkembang. Studi banding ke daerah lain juga bisa menjadi sarana
belajar untuk memperkuat daya saing,” katanya. Ia menambahkan, koordinasi
dengan Dinporapar tetap terbuka bagi desa yang ingin berkonsultasi mengenai
peluang pengembangan wisata.
Dari perspektif pembangunan desa,
Ibu Heny Tataningsih dari DPPPAPMD menyoroti bahwa sektor pariwisata masih belum
tersentuh optimal oleh dana desa. “Tujuan penggunaan dana desa di bidang
pariwisata adalah untuk mendukung keberlanjutan atraksi yang ada sehingga mampu
memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Pengelolaan harus dilakukan secara
transparan melalui BUMDes dengan melibatkan tenaga kerja lokal,” jelasnya.
Dalam sesi berbagi pengalaman,
Ketua Pokdarwis dan Kepala Desa Pandanrejo menyampaikan bahwa desa wisata
merupakan kendaraan strategis untuk mengembangkan seluruh potensi lokal. “Desa
wisata harus berkelanjutan dan memperhatikan aspek sosial, lingkungan, serta
ekonomi. Inovasi dan peningkatan SDM menjadi kunci agar mampu menyesuaikan
amenitas dengan target pasar,” tuturnya. Kepala Desa Pandanrejo menambahkan
“Ketika ada perpecahan di tingkat desa, sulit untuk bersinergi. Perlu duduk
bersama untuk mencari solusi demi kemajuan bersama.”
Dalam sesi diskusi, peserta
menyampaikan beragam persoalan seperti akses jalan rusak, promosi yang belum
optimal, dan perlunya kebijakan yang lebih konkret untuk memajukan desa wisata.
Forum ini diharapkan menjadi langkah nyata memperkuat sinergi antara Pemdes,
Pokdarwis, dan dinas terkait menuju desa wisata yang mandiri dan berkelanjutan


