Forum Penguatan Peran Pemerintah Desa dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam Pengembangan Desa Wisata

By Administrator 07 Nov 2025, 16:11:31 WIB Pariwisata
Forum Penguatan Peran Pemerintah Desa dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam Pengembangan Desa Wisata

Kegiatan Forum Penguatan Peran Pemerintah Desa dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam Pengembangan Desa Wisata pada 4 November 2025, berlangsung produktif dengan diskusi mengenai kolaborasi antar unsur desa, strategi pengelolaan destinasi, hingga tantangan dalam pengembangan pariwisata.

Acara yang difasilitasi oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Purworejo ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah desa, pengurus Pokdarwis, serta sejumlah pemangku kepentingan pariwisata dari berbagai kecamatan. Forum ini menjadi wadah untuk berbagi pengalaman dan solusi dalam upaya meningkatkan pariwisata berkelanjutan di tingkat lokal.

Pada sesi pertama, Bapak Angga selaku Plt. Kepala Dinporapar menekankan pentingnya sinergitas antar komponen di desa dalam pengembangan desa wisata. Menurutnya, pemerintah desa berperan sebagai penggerak sekaligus jembatan antara masyarakat dan kebijakan pemerintah daerah. “Desa wisata menjadi salah satu prioritas pembangunan. Pengelolaan yang baik harus memperhatikan tiga pilar utama pariwisata, yaitu Amenities, Accessibility, dan Attractions. Manajemen promosi dan destinasi hanya akan berjalan efektif bila terkoordinasi sesuai struktur yang ada,” ujarnya.

Sementara itu, Bapak Akhmad perwakilan DPRD, mendorong agar desa-desa segera membentuk Pokdarwis jika belum memiliki. “Pokdarwis dan pemerintah desa harus bersinergi agar wisata bisa berkembang. Studi banding ke daerah lain juga bisa menjadi sarana belajar untuk memperkuat daya saing,” katanya. Ia menambahkan, koordinasi dengan Dinporapar tetap terbuka bagi desa yang ingin berkonsultasi mengenai peluang pengembangan wisata.

Dari perspektif pembangunan desa, Ibu Heny Tataningsih dari DPPPAPMD menyoroti bahwa sektor pariwisata masih belum tersentuh optimal oleh dana desa. “Tujuan penggunaan dana desa di bidang pariwisata adalah untuk mendukung keberlanjutan atraksi yang ada sehingga mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Pengelolaan harus dilakukan secara transparan melalui BUMDes dengan melibatkan tenaga kerja lokal,” jelasnya.

Dalam sesi berbagi pengalaman, Ketua Pokdarwis dan Kepala Desa Pandanrejo menyampaikan bahwa desa wisata merupakan kendaraan strategis untuk mengembangkan seluruh potensi lokal. “Desa wisata harus berkelanjutan dan memperhatikan aspek sosial, lingkungan, serta ekonomi. Inovasi dan peningkatan SDM menjadi kunci agar mampu menyesuaikan amenitas dengan target pasar,” tuturnya. Kepala Desa Pandanrejo menambahkan “Ketika ada perpecahan di tingkat desa, sulit untuk bersinergi. Perlu duduk bersama untuk mencari solusi demi kemajuan bersama.”

Dalam sesi diskusi, peserta menyampaikan beragam persoalan seperti akses jalan rusak, promosi yang belum optimal, dan perlunya kebijakan yang lebih konkret untuk memajukan desa wisata. Forum ini diharapkan menjadi langkah nyata memperkuat sinergi antara Pemdes, Pokdarwis, dan dinas terkait menuju desa wisata yang mandiri dan berkelanjutan