▴Grand Final Bagus Roro 2026▴
- Dinporapar Terima Kunjungan Balai 4 Perhubungan Jateng Bahas Pemanfaatan Venue Event Terminal Tipe B Kutoarjo
- Tim Dinporapar Laksanakan Verifikasi Lapangan dan Intervensi Desa Kemiskinan Ekstrem
- Dinporapar Hadiri Rakor Pokja Pengarusutamaan Gender Tahun 2026
- Dinporapar Hadiri Reviu IEPK Tahun 2026 di Aula Inspektorat Daerah
- Penandatanganan NPHD Hibah Tahun 2026
- Semarak Purworejo Spektakuler Weeks: Amphiteater Alun-Alun Dimeriahkan Penampilan Band Evolution
- Hadiri Pentas Teater , Dinporapar Sampaikan Apresiasi
- Doldeswita Dorong Pengembangan Potensi Wisata Religi dan Alam Desa Bagelen
- Kontingen Purworejo; Juara Umum Pra Popda Jawa Tengah Zona IV
- Dinporapar Hadiri Dialog Gubernur dengan Pelaku Ekonomi Kreatif Jawa Tengah
Purworejo Mantapkan Strategi Desa Wisata 2025: Peran Pemdes dan Pokdarwis Diperkuat

PURWOREJO, Jawa Tengah — Senin, 3 November 2025. Pemerintah Kabupaten Purworejo resmi memulai rangkaian Forum Penguatan Peran Pemerintah Desa dan Pokdarwis dalam Pengembangan Pariwisata Desa, sebagai langkah strategis menyambut implementasi Dana Desa tahun 2025. Forum yang digelar selama dua hari ini bertujuan menyusun arah kebijakan desa dalam mendorong pembangunan inklusif dan pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Pada hari pertama, pemerintah menegaskan bahwa Dana Desa 2025 akan diarahkan untuk mendukung tiga agenda utama sesuai Permendesa, yakni Pengentasan Kemiskinan Ekstrem, Penurunan Stunting, dan Peningkatan Ekonomi Desa melalui pengembangan pariwisata berbasis potensi lokal. Fokus tersebut dipaparkan oleh Dinas P3APMD, yang menekankan pentingnya efektivitas pemanfaatan anggaran agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menggerakkan sektor ekonomi desa.
Kepala Desa Pandanrejo hadir memberikan pandangan praktis mengenai pengembangan desa wisata, menekankan peran Pemerintah Desa sebagai fasilitator utama dalam menghubungkan program dengan potensi lokal yang dimiliki masyarakat. Sementara itu, perwakilan DPRD Kabupaten Purworejo menggarisbawahi pentingnya kolaborasi seluruh pihak. Tantangan seperti keterbatasan SDM Pokdarwis, kurangnya promosi digital, dan koordinasi lintas sektor menjadi perhatian untuk ditindaklanjuti.
Peneguhan visi pariwisata berkelanjutan disampaikan oleh Plt. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Purworejo, Bangun Erlangga Ibrahim, S.STP., MM. Dalam pemaparannya, ia mengusung filosofi “Akar yang Kuat, Daun yang Rimbun”, menekankan perlunya fondasi kuat dalam pembangunan destinasi. “Pengembangan pariwisata harus memenuhi unsur Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas (3A) agar manfaatnya berkelanjutan dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.


