▴Grand Final Bagus Roro 2026▴
- Dinporapar Terima Kunjungan Balai 4 Perhubungan Jateng Bahas Pemanfaatan Venue Event Terminal Tipe B Kutoarjo
- Tim Dinporapar Laksanakan Verifikasi Lapangan dan Intervensi Desa Kemiskinan Ekstrem
- Dinporapar Hadiri Rakor Pokja Pengarusutamaan Gender Tahun 2026
- Dinporapar Hadiri Reviu IEPK Tahun 2026 di Aula Inspektorat Daerah
- Penandatanganan NPHD Hibah Tahun 2026
- Semarak Purworejo Spektakuler Weeks: Amphiteater Alun-Alun Dimeriahkan Penampilan Band Evolution
- Hadiri Pentas Teater , Dinporapar Sampaikan Apresiasi
- Doldeswita Dorong Pengembangan Potensi Wisata Religi dan Alam Desa Bagelen
- Kontingen Purworejo; Juara Umum Pra Popda Jawa Tengah Zona IV
- Dinporapar Hadiri Dialog Gubernur dengan Pelaku Ekonomi Kreatif Jawa Tengah
Sinergi Pariwisata:Dinporapar Purworejo Hadiri Rakorwil PHRI Kedu

PURWOREJO 4 Mei 2026– Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Purworejo bersama Kepala Bidang Destinasi menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) se-Kedu yang diselenggarakan di kawasan wisata DeLoano Glamping pada Rabu (29/4/2026). Pertemuan ini menjadi ajang konsolidasi penting bagi pelaku industri pariwisata untuk menangkap peluang emas di Jawa Tengah khususnya area Kedu.
Kepala Dinporapar dalam sambutannya menegaskan bahwa Purworejo akan terus berbenah dalam menangkap peluang positif dari pesatnya kemajuan pariwisata di area sekitar seperti Yogyakarta, Borobudur, Kebumen dan Wonosobo. Sebagai wilayah yang berada di posisi strategis, Purworejo berkomitmen untuk tidak hanya menjadi penonton, melainkan motor penggerak ekonomi melalui kesiapan layanan hospitality.
Momen Rakorwil ini juga menjadi wadah bagi pengurus PHRI dari berbagai kabupaten/kota untuk memaparkan kondisi terkini di masing-masing daerah. Seperti PHRI Magelang yang baru saja membentuk serikat pekerja untuk masuk dalam dewan pengupahan di bawah DISNAKER. PHRI Magelang tidak hanya beranggotakan pengusaha resto dan restoran, namun juga melibatkan ekosistem pariwisata luas, mulai dari penguasaha UMKM, transportasi, hingga salon kecantikan. Salah satu permasalahan yang dibahas adalah di mana pengusaha hotel yang telah memiliki IMB kini didorong untuk segera mengurus PBG (Persetujuan Bangunan Gedung) dan SLF (Sertifikat Laik Fungsi) dengan biaya yang tidak sedikit. Hal ini memberatkan para pengusaha dan akan ditindaklanjuti dengan diskusi bersama pihak terkait di tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Pemilihan DeLoano Glamping sebagai lokasi rapat tidak terlepas dari sinergi PHRI dengan BOB selaku pengelola DeLoano Glamping. Kehadiran Direktur Pemasaran Pariwisata menjadi wujud komitmen otorita dalam menyelaraskan promosi destinasi di wilayah koordinatifnya. Kehadiran beliau menjadi angin segar bagi pelaku usaha perhotelan dan restoran untuk mendapatkan akses pemasaran yang lebih luas dalam skala nasional maupun internasional, terutama dalam mempromosikan destinasi unggulan seperti kawasan Kedu. Rakorwil ini diharapkan mampu melahirkan paket wisata kolaboratif lintas kabupaten, sehingga wisatawan yang berkunjung ke Borobudur atau mendarat di YIA dapat melanjutkan perjalanan mereka ke area wisata di Kedu.



