▴Grand Final Bagus Roro 2026▴
- Dinporapar Terima Kunjungan Balai 4 Perhubungan Jateng Bahas Pemanfaatan Venue Event Terminal Tipe B Kutoarjo
- Tim Dinporapar Laksanakan Verifikasi Lapangan dan Intervensi Desa Kemiskinan Ekstrem
- Dinporapar Hadiri Rakor Pokja Pengarusutamaan Gender Tahun 2026
- Dinporapar Hadiri Reviu IEPK Tahun 2026 di Aula Inspektorat Daerah
- Penandatanganan NPHD Hibah Tahun 2026
- Semarak Purworejo Spektakuler Weeks: Amphiteater Alun-Alun Dimeriahkan Penampilan Band Evolution
- Hadiri Pentas Teater , Dinporapar Sampaikan Apresiasi
- Doldeswita Dorong Pengembangan Potensi Wisata Religi dan Alam Desa Bagelen
- Kontingen Purworejo; Juara Umum Pra Popda Jawa Tengah Zona IV
- Dinporapar Hadiri Dialog Gubernur dengan Pelaku Ekonomi Kreatif Jawa Tengah
Monitoring dan Evaluasi ke Pandanrejo dan Tlogoguwo Dengan Konsep DolDesWita

Sabtu, 30 Januari 2025. Dinporapar mengadakan konsep kegiatan baru dalam Monitoring dan Evaluasi yaitu “#Doldeswita” kepanjangan dari Dolan/Dodolan Desa Wisata, jadi nantinya kegiatan ini seperti bunyi awalnya monitoring dan evaluasi tetapi dikemas dengan cara yang berbeda dan konsep yang berbeda sehingga diharapkan kedepanya mendapatkan warna baru di bidang pariwisata khususnya Desa Wisata yang ada di Purworejo.
Kepala Dinporapar, Bangun Erlangga Ibrahim, S.STP., M.M. memimpin kegiatan Doldeswita kali ini dengan tujuan pertama adalah Desa Wisata Pandanrejo, disana Kepala Dinasporapar didampingi oleh Kepala Bidang Destinasi dan Sekcam Kaligesing, dalam pembahasan pada Desa Pandanrejo masih berfokus pada SDM yang sudah mulai ada kegiatan masing-masing, tetapi nilai baiknya Desa Pandanrejo sekarang berfokus pada konservasi hutan dan burung langka yang sudah dilindungi.
Destinasi wisata kedua adalah Desa Wisata Tlogoguwo, hal yang menjadi sorotan tim Doldeswita adalah terdapat glamping, café, dan terdapat Embung Tlogoguwo, untuk perkembangan sudah baik terutama dala Pinus Kalilo, Glamping, dan Café, untuk Embung Tlogoguwo kondisinya masih bagus tetapi kurang adanya perawatan yang berkala, tetapi diharapkan dapat dikelola lebih baik lagi karena secara infrastruktur dan destinasinya masih dapat kita nikmati dan dapat menjual.
Doldeswita kali ini diakhiri dengan dua kunjungan saja dan berakhir di Desa Tlogoguwo, hasilnya adalah untuk kedua Desa Wisata sebenarnya masih cukup baik tetapi karena SDMnya yang berkurang jadinya kegiatan dalam penjualan Desa Wisata menjadi kurang lancar.



