Dinporapar Purworejo dan Disporapar Jateng Berkolaborasi Lakukan Monev Pembangunan 54 Desa Wisata

By Administrator 10 Des 2025, 14:38:28 WIB Pariwisata
Dinporapar Purworejo dan Disporapar Jateng Berkolaborasi Lakukan Monev Pembangunan 54 Desa Wisata

Purworejo – Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Purworejo melalui Bidang Destinasi Pariwisata yang Bekolaborasi dengan Bidang Pemasaran Pariwisata, Sumberdaya Pariwsiata dan Ekonomi Kreatif serta Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah (Disporapar Jateng) menyelenggarakan Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pembangunan Desa Wisata Kabupaten pada Hari Selasa 9 Desember 2025 di Ganecca Convention Hall yang melibatkan perwakilan dari Kecamatan, Kepala Desa dan Ketua Pengelola Desa Wisata yang akan mendapatkan Bantuan Keuangan dari Disporapar Provinsi Jawa Tengah. Rapat di pimpin oleh Plt Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Purworejo, Bangun Erlangga Ibrahim, SSTP., MM, beliau menekankan terkait Arah Kebijakan Desa Wisata di Kabupaten Purworejo.

Pemateri yang Pertama dibawakan oleh  Mustika Anggraeny Widagdo, Amd., Par dari Bidang Pemasaran yang menyampaikan terkait Strategi Pemasaran Pariwisata, yang mencakup Penyelenggaraan Event dan ada juga Pemasaran Melalui Media Cetak seperti Baliho yang dimiliki oleh Dinas Porapar ada di 4 titik lokasi.

Pemateri selanjutnya dibawakan oleh Sandy Suharto Putro, S.Par., M.Si selaku Adyatama Kepariwisataan  dan Ekonomi Kreatif Ahli Pertama Disporapar Provinsi Jawa Tengah, terkait Monitoring dan Evaluasi Pengembangan Desa Wisata, menurut Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 53 tahun 2019 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perda 2 tahun 2019 tentang Pemberdayaan Desa Wisata bahwa ada 12 indikator dan 24 sub indikator Evaluasi. Di Kabupaten Purworejo terdapat 54 Desa Wisata, dari beberapa hasil analisis yaitu seperti Atraksi Wisata disetiap kabupaten masih banyak paket wisata yang bersifat umum kebanyakan paket edukasi dan perlu dibuatkan paket menjadi ciri khas khursus dan apa yang menjadi pembeda termasuk masih banyaknya desa wisata yang menjual atau kuat di Daya Tarik Wisata bukan paket wisata dan analisis Kelembagaan dan Lembaga Pengelola yaitu kurangnya keharmonisan antar lembaga untuk mendukung pengembangan desa wisata.

Diharapkan melalui penyelenggarakan Rapat bersama beberapa perwakilan untuk selalu meningkatkan semangat untuk Pengelola Desa Wisata menuju desa wisata yang semakin berkembang dan Maju.